Telepon Murah, Produktivitas Anjlok?Jum'at, 08 Agustus 2008 | by:adminJakarta - Fenomena telepon murah, bahkan gratis, dikhawatirkan bakal membuat produktivitas jadi anjlok. Masa sih?
Berdasarkan sampling internal yang dilakukan Indosat di 10 kota besar di Indonesia, pembelian pulsa naik dari rangking 7 ke rangking 4.
"Meskipun prioritas pembelanjaan masih untuk makan dan biaya transportasi, tapi orang lebih suka beli pulsa daripada mengeluarkan uang untuk beli pakaian, sekolah, dan lainnya," kata Direktur Pemasaran Indosat, Guntur S Siboro.
Ketika ditemui di sela ajang INAICTA 2008 yang berlangsung hingga Jumat (8/8/2008), Guntur menyatakan kekhawatirannya.
"Sebagai orang marketing, tentu saya senang karena program pemasaran yang Indosat lakukan berhasil. Namun sebagai orang Indonesia, saya jelas sangat khawatir," ujarnya.
Disebutkan, dari hasil sampling itu juga menunjukkan peningkatan rata-rata orang menelepon, dari tadinya sekali melakukan panggilan lamanya 52 detik, kini naik pesat jadi setengah jam lebih. Hal itu tentunya dipicu maraknya program promosi tarif telepon yang kian menggila.
"Orang Indonesia punya mentalitas heart chickens (menu buffet suatu restoran yang bisa makan sepuasnya sekali bayar). Mereka nggak mau rugi," keluh Guntur.
"Anak saya juga mulai seperti itu. Dia bahkan tidak mau mematikan teleponnya meski kerap ditinggal-tinggal untuk ke toilet sekalipun. Saya jadi khawatir produktivitas turun karena telepon murah," tukasnya lagi. ( rou / dwn )
detikcom |